1. Governance System
Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya.
Sesuai dengan kondisi negara masing-masing, sistem ini dibedakan menjadi:
Presidensial
Parlementer
Komunis
Demokrasi liberal
liberal
kapital
Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis, absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum minoritas untuk memprotes hal tersebut.
Secara luas berarti sistem pemerintahan itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi, keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh.
Secara sempit,Sistem pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.
BUDAYA ETIKA
Corporate culture(budaya perusahaan) merupakan konsep yang berkembang dari ilmu manajemen serta psikologi industri dan organisasi. Bidang-bidang ilmu tersebut mencoba lebih dalam mengupas penggunaan konsep-konsep budaya dalam ilmu manajemen dan organisasi dengan tujuan meningkatkan kinerja organisasi, yang dalam hal ini, adalah organisasi yang berbentuk perusahaan.
Djokosantoso Moeljono mendefinisikan corporate culture sebagai suatu sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota organisasi dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dijadikan acuan berperilaku dalam organsisasi untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
Kalau dikaji secara lebih mendalam, menurut Martin Hann, ada 10(sepuluh) parameter budaya perusahaan yang baik :
1. Pride of the organization
2. Orientation towards (top) achievements
3. Teamwork and communication
4. Supervision and leadership
5. Profit orientation and cost awareness
6. Employee relationships
7. Client and consumer relations
8. Honesty and safety
9. Education and development
10. Innovation
MENGEMBANGKAN STRUKTUR ETIKA
Semangat untuk mewujudkan Good Corporate Governance memang telah dimulai di Indonesia, baik di kalangan akademisi maupun praktisi baik di sektor swasta maupun pemerintah. Berbagai perangkat pendukung terbentuknya suatu organisasi yang memiliki tata kelola yang baik sudah di stimulasi oleh Pemerintah melalui UU Perseroan, UU Perbankan, UU Pasar Modal, Standar Akuntansi, Komite Pemantau Persaingan Usaha, Komite Corporate Governance, dan sebagainya yang pada prinsipnya adalah membuat suatu aturan agar tujuan perusahaan dapat dicapai melalui suatu mekanisme tata kelola secara baik oleh jajaran dewan komisaris, dewan direksi dan tim manajemennya. Pembentukan beberapa perangkat struktural perusahaan seperti komisaris independen, komite audit, komite remunerasi, komite risiko, dan sekretaris perusahaan adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan efektivitas "Board Governance". Dengan adanya kewajiban perusahaan untuk membentuk komite audit, maka dewan komisaris dapat secara maksimal melakukan pengendalian dan pengarahan kepada dewan direksi untuk bekerja sesuai dengan tujuan organisasi. Sementara itu, sekretaris perusahaan merupakan struktur pembantu dewan direksi untuk menyikapi berbagai tuntutan atau harapan dari berbagai pihak eksternal perusahaan seperti investor agar supaya pencapaian tujuan perusahaan tidak terganggu baik dalam perspektif waktu pencapaian tujuan ataupun kualitas target yang ingin dicapai. Meskipun belum maksimal, Uji Kelayakan dan Kemampuan (fit and proper test) yang dilakukan oleh pemerintah untuk memilih top pimpinan suatu perusahaan BUMN adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebutuhan untuk membangun "Board Governance" yang baik sehingga implementasi Good Corporate Governance akan menjadi lebih mudah dan cepat.
KODE PERILAKU KORPORASI
Code of Conduct adalah pedoman internal perusahaan yang berisikan Sistem Nilai, Etika Bisnis, Etika Kerja, Komitmen, serta penegakan terhadap peraturan-peraturan perusahaan bagi individu dalam menjalankan bisnis, dan aktivitas lainnya serta berinteraksi dengan stakeholders.
EVALUASI TERHADAP KODE PERILAKU KORPORASI
Melakukan evaluasi tahap awal (Diagnostic Assessment) dan penyusunan pedoman-pedoman. Pedoman Good Corporate Governance disusun dengan bimbingan dari Tim BPKP dan telah diresmikan pada tanggal 30 Mei 2005.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Sabtu, 05 Oktober 2013
PERILAKU DETIKA DALAM BISNIS
Lingkungan Bisnis Yang Mempengaruhi Perilaku Etika
Tujuan dari
sebuah bisnis kecil adalah untuk tumbuh dan menghasilkan uang.Untuk melakukan
itu, penting bahwa semua karyawan di papan dan bahwa kinerja mereka dan
perilaku berkontribusi pada kesuksesan perusahaan.Perilaku karyawan,
bagaimanapun, dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar bisnis.Pemilik
usaha kecil perlu menyadari faktor-faktor dan untuk melihat perubahan perilaku
karyawan yang dapat sinyal masalah.
Budaya Organisasi
Keseluruhan
budaya perusahaan dampak bagaimana karyawan melakukan diri dengan rekan kerja, pelanggan
dan pemasok. Lebih dari sekedar lingkungan kerja, budaya organisasi mencakup
sikap manajemen terhadap karyawan, rencana pertumbuhan perusahaan dan otonomi /
pemberdayaan yang diberikan kepada karyawan. "Nada di atas" sering
digunakan untuk menggambarkan budaya organisasi perusahaan. Nada positif dapat
membantu karyawan menjadi lebih produktif dan bahagia.Sebuah nada negatif dapat
menyebabkan ketidakpuasan karyawan, absen dan bahkan pencurian atau vandalisme.
Ekonomi Lokal
Melihat
seorang karyawan dari pekerjaannya dipengaruhi oleh keadaan perekonomian
setempat. Jika pekerjaan yang banyak dan ekonomi booming, karyawan secara
keseluruhan lebih bahagia dan perilaku mereka dan kinerja cermin itu. Di sisi
lain, saat-saat yang sulit dan pengangguran yang tinggi, karyawan dapat menjadi
takut dan cemas tentang memegang pekerjaan mereka.Kecemasan ini mengarah pada
kinerja yang lebih rendah dan penyimpangan dalam penilaian. Dalam beberapa
karyawan, bagaimanapun, rasa takut kehilangan pekerjaan dapat menjadi faktor
pendorong untuk melakukan yang lebih baik.
Reputasi Perusahaan dalam Komunitas
Persepsi
karyawan tentang bagaimana perusahaan mereka dilihat oleh masyarakat lokal
dapat mempengaruhi perilaku. Jika seorang karyawan menyadari bahwa
perusahaannya dianggap curang atau murah, tindakannya mungkin juga seperti itu.
Ini adalah kasus hidup sampai harapan. Namun, jika perusahaan dipandang sebagai
pilar masyarakat dengan banyak goodwill, karyawan lebih cenderung untuk
menunjukkan perilaku serupa karena pelanggan dan pemasok berharap bahwa dari
mereka.
Persaingan di
Industri
Tingkat daya
saing dalam suatu industri dapat berdampak etika dari kedua manajemen dan
karyawan, terutama dalam situasi di mana kompensasi didasarkan pada pendapatan.
Dalam lingkungan yang sangat kompetitif, perilaku etis terhadap pelanggan dan
pemasok dapat menyelinap ke bawah sebagai karyawan berebut untuk membawa lebih
banyak pekerjaan. Dalam industri yang stabil di mana menarik pelanggan baru
tidak masalah, karyawan tidak termotivasi untuk meletakkan etika internal
mereka menyisihkan untuk mengejar uang.
Kesaling Tergantungan Adalah Bisnis Dan
Masyarakat
Alam telah
mengajarkan kebijaksanaan tentang betapa hubungan yang harmonis dan
kesalingtergantungan itu adalah amat penting. Bumi tempat kita berpijak, masih
setia bekerja sama dan berkolaborasi dalam tim dan secara tim dengan
planet-planet lain, namun penghuninya kebanyakan telah berjalan
sendiri-sendiri. Manusia yang konon khalifah di bumi, merasa sudah tidak
membutuhkan manusia lainnya. Bukanlah kesalingtergantungan yang dibina,
melainkan ketergantungan yang terus diusung.
Kesalingtergantungan
bekerja didasarkan pada relasi kesetaraan, egalitarianisme. Manusia
bekerjasama, bergotong-royong dengan sesamanya memegang prinsip kesetaraan.
Tidak akan tercipta sebuah gotong-royong jika manusia terlalu percaya kepada
keunggulan diri dibanding yang lain, entah itu keunggulan ras, agama, suku,
ekonomi dsb.
Wajah
Indonesia yang carut marut dewasa ini adalah karena terlalu membuncahnya
subordinasi relasi manusia atas manusia lain. Negara telah dikuasai oleh jenis
manusia yang memiliki mentalitas pedagang. Pucuk kekuasaan telah disulap
menjadi lahan bisnis, dimana dalam dunia bisnis maka yang dikenal adalah tuan
dan budak, majikan dan buruh. Dalam hal ini, yang tercipta adalah iklim
ketergantungan, bukan kesalingtergantungan.
Di negara
lain, kelas proletar yang dahulu diperjuangkan, toh setelah meraih kekuasaan,
pada gilirannya ia menjelma menjadi kelas yang istimewa, yang rigid terhadap
kritik. Hukum diselewengkan, dan bui menjadi jawaban praktis bagi para oposan.
Proletar melakukan kesalahan yang sama dengan borjuis yang dilawannya
habis-habisan.
Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
Korupsi,
kolusi, dan nepotisme yang semakin meluas di masyarakat yang sebelumnya hanya
di tingkat pusat dan sekarang meluas 4 sampai ke daerah-daerah, dan meminjam
istilah guru bangsa yakni Gus Dur, korupsi yang sebelumnya di bawah meja,
sekarang sampai ke meja-mejanya dikorupsi adalah bentuk moral hazard di
kalangan ekit politik dan elit birokrasi.
Hal ini
mengindikasikan bahwa di sebagian masyarakat kita telah terjadi krisis moral
dengan menghalalkan segala mecam cara untuk mencapai tujuan, baik tujuan individu
memperkaya diri sendiri maupun tujuan kelompok untuk eksistensi keberlanjutan
kelompok. Terapi ini semua adalah pemahaman, implementasi dan investasi etika
dan nilai-nilai moral bagi para pelaku bisnis dan para elit politik.
Dalam kaitan
dengan etika bisnis, terutama bisnis berbasis syariah, pemahaman para pelaku
usaha terhadap ekonomi syariah selama ini masih cenderung pada sisi
"emosional" saja dan terkadang mengkesampingkan konteks bisnis itu
sendiri. Padahal segmen pasar dari ekonomi syariah cukup luas, baik itu untuk
usaha perbankan maupun asuransi syariah.
Perkembangan Dalam Etika Bisnis
Berikut
perkembangan etika bisnis
1. Situasi
Dahulu
Pada awal
sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki
bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan
membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur.
2. Masa
Peralihan: tahun 1960-an
ditandai
pemberontakan terhadap kuasa dan otoritas di Amerika Serikat (AS), revolusi
mahasiswa (di ibukota Perancis), penolakan terhadap establishment (kemapanan).
Hal ini memberi perhatian pada dunia pendidikan khususnya manajemen, yaitu
dengan menambahkan mata kuliah baru dalam kurikulum dengan nama Business and
Society. Topik yang paling sering dibahas adalah corporate social
responsibility.
3. Etika
Bisnis Lahir di AS: tahun 1970-an
sejumlah
filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis
dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang
sedang meliputi dunia bisnis di AS.
4. Etika
Bisnis Meluas ke Eropa: tahun 1980-an
di Eropa
Barat, etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira-kira 10 tahun
kemudian. Terdapat forum pertemuan antara akademisi dari universitas serta
sekolah bisnis yang disebut European Business Ethics Network (EBEN).
5. Etika
Bisnis menjadi Fenomena Global: tahun 1990-an
tidak terbatas
lagi pada dunia Barat. Etika bisnis sudah dikembangkan di seluruh dunia. Telah
didirikan International Society for Business, Economics, and Ethics (ISBEE)
pada 25-28 Juli 1996 di Tokyo.
Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Amerika
Serikat yang selama ini dianggap sebagai Negara super power dan juga kiblat
ilmu pengetahuan termasuk displin ilmu akuntansi harus menelan kepahitan. Skandal
bisnis yang terjadi seakan menghilangkan kepercayaan oleh para pelaku bisnis
dunia tentang praktik Good Corporate Governance di Amerika Serikat.
Banyak
perusahaan yang melakukan kecurangan diantaranya adalah TYCO yang diketahui
melakukan manipulasi data keuangan (tidak mencantumkan penurunan aset),
disamping melakukan penyelundupan pajak. Global Crossing termasuk salah satu
perusahaan terbesar telekomunikasi di Amerika Serikat dinyatakan bangkrut
setelah melakukan sejumlah investasi penuh resiko. Enron yang hancur berkeping
terdapat beberapa skandal bisnis yang menimpa perusahaan-perusahaan besar di
Amerika Serikat. Worldcom juga merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi
terbesar di Amerika Serikat melakukan manipulasi keuangan dengan menutupi pengeluaran
US$3.8 milyar untuk mengesankan pihaknya menuai keuntungan, padahal
kenyataannya rugi. Xerox Corp. diketahui memanipulasi laporan keuangan dengan
menerapkan standar akunting secara keliru sehingga pembukuan perusahaan
mencatat laba US $ 1.4 milyar selama 5 tahun. Dan masih banyak lagi.
Dalam tugas
ini saya akan membahas mengenai kehancuran ENRON yang terjadi di Negara Amerika
Serikat. Enron merupakan perusahaan dari penggabungan antara InterNorth
(penyalur gas alam melalui pipa) dengan Houston Natural Gas. Kedua perusahaan
ini bergabung pada tahun 1985. Bisnis inti Enron bergerak dalam industri
energi, kemudian melakukan diversifikasi usaha yang sangat luas bahkan sampai
pada bidang yang tidak ada kaitannya dengan industri energi. Diversifikasi
usaha tersebut, antara lain meliputi future transaction, trading commodity non
energy dan kegiatan bisnis keuangan.
SUMBER :
http://inigalih.blogspot.com/2011/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html
Sabtu, 28 September 2013
“ETIKA SEBAGAI TINJAUAN”
Pengertian etika
Berikut adalah beberapa pengertian mengenai etika ;
Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik.
Menurut Profesor Robert Salomon, etika dikelompokkan menjadi dua dimensi:
1. Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik.
2. Etika merupakan hokum orang social. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.
Prinsip-prinsip Etika
Prinsip- prinsip perilaku professional tidak secara khusus dirumuskan oleh ikatan akuntan Indonesia tapi dianggap menjiwai kode perilaku akuntan Indonesia. Adapun prinsip- prisip etika yang merupakan landasan perilaku etika professional, menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :
a. Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.
b. Kepentingan Masyarakat
Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.
c. Integritas
Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.
d. Objektivitas dan indepedensi
Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya.
e. Keseksamaan
Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.
Basis Teori Etika
a. Etika Teleologi
Teologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, berarti mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis
Pengertian etika
Berikut adalah beberapa pengertian mengenai etika ;
Etika berasal dari bahasa yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik.
Menurut Profesor Robert Salomon, etika dikelompokkan menjadi dua dimensi:
1. Etika merupakan karakter individu, dalam hal ini termasuk bahwa orang yang beretika adalah orang yang baik.
2. Etika merupakan hokum orang social. Etika merupakan hukum yang mengatur, mengendalikan serta membatasi perilaku manusia.
Prinsip-prinsip Etika
Prinsip- prinsip perilaku professional tidak secara khusus dirumuskan oleh ikatan akuntan Indonesia tapi dianggap menjiwai kode perilaku akuntan Indonesia. Adapun prinsip- prisip etika yang merupakan landasan perilaku etika professional, menurut Arens dan Lobbecke (1996 : 81) adalah :
a. Tanggung jawab
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai professional dan pertimbangan moral dalam semua aktifitas mereka.
b. Kepentingan Masyarakat
Akuntan harus menerima kewajiban-kewajiban melakukan tindakan yang mendahulukan kepentingan masyarakat, menghargai kepercayaan masyarakat dan menunjukkan komitmen pada professional.
c. Integritas
Untuk mempertahankan dan menperluas kepercayaan masyarakat, akuntan harus melaksanakan semua tanggung jawab professional dan integritas.
d. Objektivitas dan indepedensi
Akuntan harus mempertahankan objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam melakukan tanggung jawab profesioanal. Akuntan yang berpraktek sebagai akuntan public harusbersikap independen dalam kenyataan dan penampilan padawaktu melaksanakan audit dan jasa astestasi lainnya.
e. Keseksamaan
Akuntan harus mematuhi standar teknis dan etika profesi, berusaha keras untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu jasa, dan melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik.
Basis Teori Etika
a. Etika Teleologi
Teologi berasal dari kata Yunani, telos = tujuan, berarti mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri. Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadi hedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
* Utilitarianisme
Berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”. Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar. Utilitarianisme , teori ini cocok sekali dengan pemikiran ekonomis, karena cukup dekat dengan Cost-Benefit Analysis. Manfaat yang dimaksudkan utilitarianisme bisa dihitung sama seperti kita menghitung untung dan rugi atau kredit dan debet dalam konteks bisnis
Selasa, 25 Juni 2013
Teen And Abuse
If we talk and discuss about the promiscuity, to be sure, we will deal with older children because many of the victims were teenagers remaja.Masa for all people and also in my opinion is the most beautiful period or that period as well berseri.Di process of self berlangsung.Dan someone in the process that many teenagers are trapped in the free association of not knowing the impact bad for her free sendiri.Pergaulan among teens has now reached the point of concern is very high or quite severe, especially casual sex and drug use Illicit drugs.
It is therefore not surprising that the number of people living with HIV / AIDS and women especially among adolescents / children outside school nikah.Hal pregnant is in because now they are so easy to enter special places people dewasa.Bahkan now the culprit is not only students and high school students only, but has spread to the junior high school children.
And at this point a lot of people who commit heinous acts and not humane to cover his disgrace, by doing aborsi.Padahal they know abortion is very dangerous for her own health and safety as fisik.Bahkan not only on her own health, but also a very great impact to the mental state of someone who had an abortion tersebut.Namun order to cover the shame he caused his own, he willingly risked his own life. Therefore if not solved immediately, due to the promiscuity would have negative impacts and effects that are bad for the times.
Beginning of a teenager trapped in promiscuity is wrong sociable and easily influenced by his friends that this teen benar.Kebanyakan not want to say in praise and in slang by his friends without thinking about the impact and consequences of any associate berkelanjutan.Maksud is not mean we have to choose selectively associate, we may just get along with anyone as long as we do not easily influenced and still adhere to religious norms and legal norms in force, because the slang does not have to have sex freely, not to use illegal drugs, and all the things that violate hukum.Oleh therefore we as teenagers have to get used to thinking long ahead before doing something, especially that we do not know the impact of good and bad for ourselves, family and other people.
Below I have some opinion the main factors that cause and the beginning of a teenager fall into promiscuity, namely:
Factors religion and faith factor, this factor is something that comes from within ourselves. If the lack of knowledge and lack of religious faith is embedded in us, it will be very easy to the demons that exist in the self or mind we encourage to do the negative things that are very contrary to religion and the law apply.However if it has knowledge of religion and strong faith, insha allah we will not easily terpegaruh and lapsed into things negatfi automatic tersebut.Karena we will immediately think of the impact of what would happen in the future or at a later date.
Environmental factors such as parents, friends and neighbors, yes in this factor slightly older children who do not fall into promiscuity in because there are problems in the family or which they call the broken home.Dan the cause that is too often the case because lapsed or influenced by his friend in order to get praise or want to say "slang".
It is therefore not surprising that the number of people living with HIV / AIDS and women especially among adolescents / children outside school nikah.Hal pregnant is in because now they are so easy to enter special places people dewasa.Bahkan now the culprit is not only students and high school students only, but has spread to the junior high school children.
And at this point a lot of people who commit heinous acts and not humane to cover his disgrace, by doing aborsi.Padahal they know abortion is very dangerous for her own health and safety as fisik.Bahkan not only on her own health, but also a very great impact to the mental state of someone who had an abortion tersebut.Namun order to cover the shame he caused his own, he willingly risked his own life. Therefore if not solved immediately, due to the promiscuity would have negative impacts and effects that are bad for the times.
Beginning of a teenager trapped in promiscuity is wrong sociable and easily influenced by his friends that this teen benar.Kebanyakan not want to say in praise and in slang by his friends without thinking about the impact and consequences of any associate berkelanjutan.Maksud is not mean we have to choose selectively associate, we may just get along with anyone as long as we do not easily influenced and still adhere to religious norms and legal norms in force, because the slang does not have to have sex freely, not to use illegal drugs, and all the things that violate hukum.Oleh therefore we as teenagers have to get used to thinking long ahead before doing something, especially that we do not know the impact of good and bad for ourselves, family and other people.
Below I have some opinion the main factors that cause and the beginning of a teenager fall into promiscuity, namely:
Factors religion and faith factor, this factor is something that comes from within ourselves. If the lack of knowledge and lack of religious faith is embedded in us, it will be very easy to the demons that exist in the self or mind we encourage to do the negative things that are very contrary to religion and the law apply.However if it has knowledge of religion and strong faith, insha allah we will not easily terpegaruh and lapsed into things negatfi automatic tersebut.Karena we will immediately think of the impact of what would happen in the future or at a later date.
Environmental factors such as parents, friends and neighbors, yes in this factor slightly older children who do not fall into promiscuity in because there are problems in the family or which they call the broken home.Dan the cause that is too often the case because lapsed or influenced by his friend in order to get praise or want to say "slang".
Jumat, 24 Mei 2013
Interjection
Interjection
Interjection (Kata Seru) adalah suatu bunyi seru yang ditambahkan ke dalam kalimat untuk menunjukkan perasaan atau emosi yang kuat seperti kegembiraan, kesedihan, keterkejutan, persetujuan, keheranan, dsb.
CONTOH :
Interjection (Kata Seru) adalah suatu bunyi seru yang ditambahkan ke dalam kalimat untuk menunjukkan perasaan atau emosi yang kuat seperti kegembiraan, kesedihan, keterkejutan, persetujuan, keheranan, dsb.
CONTOH :
Selasa, 23 April 2013
tugas soft skill ke 2
NAMA : ADE REGGA T.M
KELAS : 3EB20
NPM : 202 10 120
I have a brother , his name Ade . he was born in Pacitan on december 1st 1990 . he is the only one older brother that I have . so he is the first son that my parents had . he grew up like the other boys in his age, just usual not excessive . he started elemantary school when he was 6 years old in Tambun selatan elemantary school. And then he continue to junior high school in one south tambun selatan junior high school . and continue again to senior high school in one south tambun selatan senior high school.
he had a rather indifferent private, paid little attention to the situation around, and do not like crowds. but behind it all, he is a figure who is responsible, do not give up, obedient to their parents. he categorized as a smart boy. proved he had earned a scholarship at a university, and now he is going through the street vendors .
even though he was kind of quiet, but he was still attentive to his siblings. if one day I made a mistake, he was the first who will scold me. no matter what happens, he is the older brother who boast that I had.
KELAS : 3EB20
NPM : 202 10 120
I have a brother , his name Ade . he was born in Pacitan on december 1st 1990 . he is the only one older brother that I have . so he is the first son that my parents had . he grew up like the other boys in his age, just usual not excessive . he started elemantary school when he was 6 years old in Tambun selatan elemantary school. And then he continue to junior high school in one south tambun selatan junior high school . and continue again to senior high school in one south tambun selatan senior high school.
he had a rather indifferent private, paid little attention to the situation around, and do not like crowds. but behind it all, he is a figure who is responsible, do not give up, obedient to their parents. he categorized as a smart boy. proved he had earned a scholarship at a university, and now he is going through the street vendors .
even though he was kind of quiet, but he was still attentive to his siblings. if one day I made a mistake, he was the first who will scold me. no matter what happens, he is the older brother who boast that I had.
Senin, 11 Maret 2013
1. Simple Present Tenses
(+) Ade is Handsome
(-) ade is not handsome
(?) is Ade handsome?
(+) We Are Young
(-) we are not young
(?) are we Young?
(+) Dina teaches English every day
(-) Dina not teaches English every day
(?) is dina teaches english every day?
2. Simple Past Tenses
( (+) Ade went to Malang Yesterday
(-) Ade did not go to Malang Yesterday
(?) Did Ade go to Malang Yesterday ?
(+) She was here yesterday.
(-) She was not here yesterday.
(?) Was she here yesterday?
(+) We were human
(-) We weren't human
(?) were we human?
3. Simple Future Tenses
(+) I will Drink
(-) I will not Drink
(?) Will I Drink?
(+) I Will Play
(-) I Will Not Play
(?) Will I Play?
(+) He Will Visit Bali
(-) He Will Not visit Bali
(?) Will He Visit Bali?
4. Present Perfect Tenses
(+) I have Ever Gone to Jakarta
(-) I Have Not Ever Gone to Jakarta
(?) Have I Ever Gone to Jakarta ?
(+) She Has Ever Eaten Pizza
(-) She Hasn't ever Eaten Pizza
(?) Has She Ever Eaten Pizza ?
(+) You Have ever Stayed in Hotel
(-) You Haven't Ever Stayed in Hotel
(?) Have You Ever Stayed in a Hotel ?
5. Present Continous Tenses
(+) You have been standing here for an hour
(-) You have not been standing here for an hour
(?) Have You been standing here for an hour?
(+) It has been raining for three hours
(-) It hasn't been raining for three hours
(?) has It been raining for three hours?
(+) We have been talking most of the time
(-) We haven't been talking most of the time
(?) have We been talking most of the time?
(+) Ade is Handsome
(-) ade is not handsome
(?) is Ade handsome?
(+) We Are Young
(-) we are not young
(?) are we Young?
(+) Dina teaches English every day
(-) Dina not teaches English every day
(?) is dina teaches english every day?
2. Simple Past Tenses
( (+) Ade went to Malang Yesterday
(-) Ade did not go to Malang Yesterday
(?) Did Ade go to Malang Yesterday ?
(+) She was here yesterday.
(-) She was not here yesterday.
(?) Was she here yesterday?
(+) We were human
(-) We weren't human
(?) were we human?
3. Simple Future Tenses
(+) I will Drink
(-) I will not Drink
(?) Will I Drink?
(+) I Will Play
(-) I Will Not Play
(?) Will I Play?
(+) He Will Visit Bali
(-) He Will Not visit Bali
(?) Will He Visit Bali?
4. Present Perfect Tenses
(+) I have Ever Gone to Jakarta
(-) I Have Not Ever Gone to Jakarta
(?) Have I Ever Gone to Jakarta ?
(+) She Has Ever Eaten Pizza
(-) She Hasn't ever Eaten Pizza
(?) Has She Ever Eaten Pizza ?
(+) You Have ever Stayed in Hotel
(-) You Haven't Ever Stayed in Hotel
(?) Have You Ever Stayed in a Hotel ?
5. Present Continous Tenses
(+) You have been standing here for an hour
(-) You have not been standing here for an hour
(?) Have You been standing here for an hour?
(+) It has been raining for three hours
(-) It hasn't been raining for three hours
(?) has It been raining for three hours?
(+) We have been talking most of the time
(-) We haven't been talking most of the time
(?) have We been talking most of the time?
Langganan:
Postingan (Atom)